Uncategorized

Bagaimana Cara Adaptasi Bunglon?

Jika mendapat pertanyaan, apa sih hewan yang mudah berkamuflase? Pasti Anda akan memberikan jawaban bunglon, betul? Ya, memang betul. Bunglon terkenal sebagai hewan yang mudah berkamuflase yaitu, mampu mengubah warna kulit tubuhnya sesuai keadaan lingkungan sekitar. 

Reptil satu ini mudah sekali beradaptasi. Nah, tapi apakah hanya itu saja tujuan kamuflasenya? Terus bagaimana cara adaptasi bunglon?

Tujuan Adaptasi Bunglon

Secara anatomi reptile satu ini memiliki kemiripan seperti iguana. Bedanya, badannya lebih kecil daripada badan iguana. Bunglon jantan umumnya memiliki tanduk, sirip, sekaligus gelambir leher dibagian kepalanya. 

Untuk berkamuflase atau beradaptasi pada lingkungan sekitar, ia mengubah warna kulitnya secepat mungkin. Perubahan ini dinamakan mimikri. Tujuannya tidak melulu untuk beradaptasi, melainkan agar bisa terhindari dari serangan musuh pemangsanya dan mengelabuhi hewan yang menjadi sasaran mangsanya. 

Perubahan warna ini disebabkan oleh suhu, sinar matahari, atau mood. Misalnya, ketika charmeleon coklat menginginkan untuk berjemur di bawah terik matahari, maka akan mengubah warna kulitnya menjadi warna lain yaitu, hijau. Tujuannya agar dapat memaksimalkan refleksi sinar yang charmeleon dapat. 

Beda halnya dengan charmeleon jantan, justru bisa mengubah warna kulitnya menjadi merah kekuningan. Menariknya lagi, menurut salah satu penelitian, charmeleon dapat jatuh cinta (fall in love) loh. Nah, ketika lagi jatuh cinta, charmeleon akan mengubah warnanya menjadi lebih menarik guna mencari perhatian. WOW..amazing.

Cara Bunglon Beradaptasi

Baik hewan atau manusia, semua butuh beradaptasi, terutama ketika tinggal di lingkungan baru. Jika disamakan dengan manusia, charmeleon ini termasuk golongan nomaden yakni, berpindah-pindah tempat dari satu tempat ke tempat lainnya hanya untuk mencari keuntungannya sendiri. Ada beberapa cara charmeleon beradaptasi yang perlu Anda tahu. 

 

  • Mimikri

 

Seperti penjelasan sebelumnya, mimikrilah cara kamuflase terbaik charmeleon. charmeleon mengubah warna tubuhnya untuk mengelabuhi mangsa atau pemangsa sekalipun. Dengan demikian, predator tidak akan tahu keberadaannya. 

Perubahan warna kulitnya dikarenakan adanya chromatophores yang keberadaannya ada di bawah kulitnya. Chromatopores inilah yang akan mengekskresikan pigmen warna sesuai perubahan suhu, cuaca, dan mood. Ada 4 jenis chromatophores yaitu, merah, biru, kuning, dan putih. 

 

  • Matanya Dapat Berputar Hampir 360 Derajat

 

Memiliki kemampuan mata berputar hampir setara 360 derajat. Kemampuan ini membuatnya sempurna sebagai upaya kamuflasenya. Karena hewan-hewan di sekitarannya tidak akan tahu keberadaannya. Cukup mengamati setiap sudutnya dengan memutar mata, tanpa perlu menggerakkan badan.  

 

  • Lidahnya Panjang

 

Panjang lidahnya bisa mencapai dua kali bahkan lebih daripada ukuran tubuhnya sendiri. Hal tersebut dikarenakan sifat elastis pada lidah yang mampu melipat layaknya akordion. Selain panjang, lidahnya juga memiliki cara kerja secepat kilat yakni, setara dengan 96 km/jam disaat Anda ngebut menggunakan motor. Wow… Amazing lagi, kan?

Nah, tak heran jika pemberian anugerahnya seperti ini mampu membuatnya secara cepat mendapatkan serangga disekitarnya. Cukup menjulurkan lidah dan secara cepat kilat mangsa pun didapat. Bak spinner melepaskan tembakan, sekali melepas tembakan, hasilnya mudah didapat. 

 

  • Kakinya Kuat

 

Kakinya mampu mencengkeram dengan kuat. Manakala kalah dalam kamuflase, reptil ini juga masih bisa menyelamatkan diri dengan kemampuan berlarinya. Otot-otot kakinya memiliki kemampuan kecepatan berlari. 

 

  • Mampu Merespon Dengan Baik

 

Anugerah-anugerah di atas didukung oleh kemampuannya merespon keadaan secara baik. Itulah yang membuat bunglon mampu bertahan hidup secara baik. 

Baca Juga : 3 Cara Upload File ke Google Drive

Nah, itulah tujuan dan 5 cara adaptasi bunglon. Beruntung sekali ya karena dititipi anugerah luar biasa olehNya. Yuk, jangan diburu sembarangan, ya! Biarkan hewan cantik ini beradaptasi dengan lingkungan bebasnya.